• Senin, 29 November 2021

Setiap Tanggal 15, Hantu Kelaparan Bergentayangan

- Selasa, 14 September 2021 | 08:57 WIB
Di dalam rumah orang Tiongho terdapat altar dimana ada meja untuk menaruh abu kremasi dari lJeluhur atau orang tua mereka.
Di dalam rumah orang Tiongho terdapat altar dimana ada meja untuk menaruh abu kremasi dari lJeluhur atau orang tua mereka.

FOKUSBERITA, Sukabumi -- Suara ketukan mu le bersamaan dengan lantunan doa, terdengar di Vihara Widhi Sukabumi, Jawa Barat, saat menggelar ritual ulambana atau sembahyang untuk mendoakan arwah para leluhur di bulan Tjit Gwee, pada 2 September 2021.

Ritual keagamaan dari umat Buddha ini menambah khazanah tradisi dan kebudayaan masyarakat Indonesia.

Menurut Ocdy Susanto, pemerhati budaya Tionghoa asal Kota Pekalongan, Jawa Tengah, ulambana itu seperti orang yang sedang meminum air, dimana harus ingat kepada sumbernya seperti sungai, sumur dan sebagainya.

“Di kalangan masyarakat Tionghoa, sembahyang ini juga untuk menunjukan bakti anak kepada orang tua atau leluhur mereka,” ujarnya, Rabu (08/09/2021).

Ia juga menyatakan ketertarikannya mengulik tradisi yang satu ini, karena baginya masyarakat Tionghoa sudah menjadi satu paket dengan masyarakat Indonesia lainnya, baik itu Arab dan Jawa, sehingga memunculkan istilah Arjati (Arab, Jawa, Tionghoa) atau Arwana (Arab, Jawa, China).

“Sembahyang kepada leluhur untuk orang Tionghoa adalah suatu kewajiban yang paling utama. Tak heran jika di rumah orang Tionghoa kita sering lihat terdapat altar dimana ada meja untuk menaruh abu kremasi dari leluhur atau orang tua mereka,” sambungnya.

Lanjut Ocdy, Orang Tionghoa juga memiliki budaya yang sangat erat dengan Ba De (8 kebajikan), dimana yang nomor satunya adalah xiao atau bakti, yaitu bakti kepada keluarga termasuk leluhur. Jadi, menjelang hari raya tahun baru imlek, kita dapat melihat mereka bersembahyang di Vihara dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya untuk melakukan xiao di bulan Tjit Gwee atau sembahyang ulambana tadi.

Di bulan Tjit Gwee atau bulan ke-7 kalender imlek, orang Tionghoa di berbagai daerah percaya bahwa di bulan ini para arwah leluhur dan arwah-arwah makhluk lainnya dapat mengunjungi alam manusia. Sehingga, di bulan inilah saat yang tepat bagi keturunan yang masih hidup untuk mendoakan semua leluhur/pendahulunya.

Adanya pengaruh Buddha Mahayana, yaitu setiap tanggal 15 bulan 7 tahun penanggalan imlek (Chit Ngiat Pan), pintu akhirat terbuka lebar sehingga arwah-arwah yang berada di dalamnya keluar (bergentayangan) dan lapar, sehingga mereka dirasa perlu diberi makan saat mereka mengunjungi alam manusia.

Halaman:

Editor: Herri Gunawan

Tags

Terkini

Setiap Tanggal 15, Hantu Kelaparan Bergentayangan

Selasa, 14 September 2021 | 08:57 WIB

Mengapa Hari Ahad Berubah Jadi Minggu

Senin, 13 September 2021 | 13:35 WIB

Kota Bandung Cerah Berawan Hingga Hujan Ringan

Senin, 13 September 2021 | 12:53 WIB

Mengapa Hari Ahad Berubah Jadi Minggu

Minggu, 12 September 2021 | 14:18 WIB

Do'a Memasuki Bulan Safar Agar Bertambah Kebaikan

Jumat, 10 September 2021 | 11:46 WIB

Peran Media dalam Membangun Masyarakat

Jumat, 10 September 2021 | 11:30 WIB

Sejarah Firaun Versi Barat Disinyalir Dipalsukan

Jumat, 10 September 2021 | 07:32 WIB

Waktu Terbaik Untuk Bersedekah

Jumat, 10 September 2021 | 07:17 WIB

Tips Menyimpan Minyak Goreng Bekas

Kamis, 9 September 2021 | 13:34 WIB
X