• Senin, 29 November 2021

Pertanian Indonesia Tumbuh, Tapi Kesejahteraan Petani Masih Jadi PR Pemerintah

- Senin, 13 September 2021 | 12:03 WIB
Wakil Presiden KH.Ma'ruf Amin (PR)
Wakil Presiden KH.Ma'ruf Amin (PR)

FOKUS BERITA -Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyatakan Pemerintah Indonesia bersyukur karena sektor pertanian masih bisa tumbuh di tengah pandemi covid-19 yang mengganggu banyak bidang, termasuk sektor ekonomi.

Menurut Wapres Maruf Amin, tantangan yang dihadapi negara kita ataupun negara-negara lainnya tidak mudah. Tak hanya krisis kesehatan, pandemi Covid-19 juga telah berdampak pada krisis ekonomi global. Perekonomian banyak negara di dunia tumbuh negatif, bahkan mengalami resesi.

Baca Juga: Presiden Jokowi Selalu Tinjau Vaksinasi, Simak Alasannya

“Kita bersyukur, di tengah disrupsi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, sektor pertanian ternyata mampu hadir sebagai tulang punggung bagi perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sepanjang tahun 2020, sektor pertanian mampu tumbuh 1,75%, ketika banyak sektor justru terkontraksi,” kata KH Maruf Amin dalam acara penghargaan bidang pertanian tahun 2021, Senin (13/9/2021).

Padahal tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian sendiri pun tidak mudah. Sejak awal pandemi, Food and Agriculture Organization (FAO) memberikan peringatan bahwa pandemi berpotensi mengakibatkan terjadinya krisis pangan global. Pandemi dikhawatirkan akan berimplikasi pada kebijakan pangan masing-masing negara dan menurun kan kemampuan produksi mereka.

Lebih lanjut, Wapres menjelaskan tujuan pembangunan pertanian yang ditetapkan meliputi tiga hal. Yaitu pemenuhan kebutuhan pangan rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

Terkait pemenuhan kebutuhan pangan rakyat Indonesia, Pemerintah masih bisa menjamin ketersediaan 11 komoditas utama bagi 273 juta jiwa masyarakat Indonesia. Produksi beras nasional dalam dua tahun terakhir pun sangat menjanjikan. Hingga minggu ketiga Agustus 2021, stok beras mencapai 7,60 juta ton.

Kondisi kondusif stok pangan di dalam negeri pun diikuti dengan terus meningkatnya kinerja ekspor pertanian. BPS mencatat total ekspor pertanian dari Januari hingga Juli 2021 mencapai 2,24 miliar dolar AS, atau meningkat 8,72% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Namun demikian, Wapres mengatakan kehidupan para petani terutama untuk tanaman pangan, seperti padi, bisa dikatakan masih jauh dari berkecukupan. Berdasarkan data BPS tahun 2020 menurut sumber penghasilan utama, jumlah rumah tangga tergolong miskin di Indonesia sebagian besar berasal dari sektor pertanian, yaitu 46,30%.

“Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan petani masih menjadi PR Pemerintah yang harus diselesaikan.
Inovasi dan terobosan melalui antara lain reformasi pertanian, intensifikasi produksi, dan peningkatan akses pasar menjadi upaya nyata yang harus diimplementasikan pelaksanaannya di lapangan secara konsisten untuk mewujudkan kesejahteraan petani,” bebernya.

Halaman:

Editor: Deetje Darmaputra

Tags

Terkini

Ternyata Kinerja Ekspor Indonesia Catat Rekor, Wow

Kamis, 16 September 2021 | 15:27 WIB

Kisah Peternak Ayam Ditangkap Polisi Karena Poster

Selasa, 14 September 2021 | 10:46 WIB

Kasus Covid-19 di Cilengkrang Turun Drastis

Senin, 13 September 2021 | 22:47 WIB
X