• Senin, 29 November 2021

Korupsi Banprov, Pejabat Pemprov Jabar Ini Bongkar 'Borok' Ade Barkah

- Senin, 13 September 2021 | 16:24 WIB
Suasana sidang korupsi Banprov Jabar dengan terdakwa Ade Barkah dan Siti Aisyah di PN Tipikor Bandung, Senin (13/9/2021) (Fokus Berita)
Suasana sidang korupsi Banprov Jabar dengan terdakwa Ade Barkah dan Siti Aisyah di PN Tipikor Bandung, Senin (13/9/2021) (Fokus Berita)

FOKUS BERITA, Bandung - Mantan Wakil Ketua DPRD Jabar Ade Barkah Surahman, sempat mengancam pejabat Bappeda Jabar jika usulannya tidak dimasukan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) online. Dia mengatakan, DPRD Jabar akan kisruh jika usulannya tidak diakomodir.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Jabar Yuke Mauliana Septina, saat dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Senin 13 September 2021.

Selain menghadirkan Yuke, sidang lanjutan dugaan korupsi Banprov Jabar untuk Kabupaten Indramayu tersebut, juga menghadirkan tiga orang saksi lainnya. Mereka, yakni dua mantan Kepala Bappeda Jabar Yerry Yanuar, dan Mohammad Taufiq Santoso, serta administrator Bappeda Jabar R Bela Sakti Negara.

Saat dicecar jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Feby Dwiyandospendy, Yuke mengaku bahwa pada saat RKPD online Bappeda Jabar sudah ditutup, dirinya sempat menerima pesan lewat WhatsApp dari Ade Barkah. Lewat pesannya tersebut, Ade Barkah meminta agar kembali membuka RKPD online karena beberapa usulan kegiatan dari Indramayu belum masuk aplikasi.

Ade Barkah WA saya ada beberapa kegiatan belum masuk aplikasi dan minta dibuka. Saya bilang, sudah selesai di proses perencanaan. Saya sempat menolak, namun dia (Ade Barkah) bilang kalau aplikasinya tidak dibuka akan membuat kisruh di DPRD,” ucap Yuke.

Dia mengatakan, sempat menolak lantaran saat itu proses input usulan dari RKPD online kabupaten/kota sudah ditutup. Karena ada intervensi dari Ade Barkah yang tidak lain pimpinan DPRD Jabar, Yuke pun kemudian melaporkan kepada Kepala Bappeda yang saat itu dijabat Yerry Yuniar.

Walaupun pada akhirnya aplikasi RKPD online kembali dibuka, lantaran ada surat edaran Kemendagri tahun 2018, yang intinya usulan pembangunan di RKPD online harus diseleraskan karena bertepatan dengan pilkada serentak.

”Sistem RKPD online sempat dibuka, tapi tidak dikhususkan untuk Indramayu. Melainkan untuk seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.

Adanya ancaman dari Ade Barkah dibenarkan mantan Kepala Bappeda Jabar priode 2017-2019, Yerry Yanuar. Menurutnya, Yuke pernah melaporkan soal permintaan Ade Barkah soal keinginannya agar aplikasi RKPD online kembali dibuka.

Halaman:

Editor: Andry Fokus Berita

Tags

Terkini

Ternyata Kinerja Ekspor Indonesia Catat Rekor, Wow

Kamis, 16 September 2021 | 15:27 WIB

Kisah Peternak Ayam Ditangkap Polisi Karena Poster

Selasa, 14 September 2021 | 10:46 WIB

Kasus Covid-19 di Cilengkrang Turun Drastis

Senin, 13 September 2021 | 22:47 WIB
X