• Senin, 29 November 2021

Serbuan Vaksinasi TNI-Polri Terhadap 500 Orang Siswa SMPN 2 Cilengkrang

- Senin, 13 September 2021 | 18:50 WIB
Danramil 2413 Cilengkrang Kapten Infanteri Mamat Raidin  menyaksikan murid-murid di vaksinasi di halaman SMPN 2 Cilengkrang, Minggu 13/9/2021).
Danramil 2413 Cilengkrang Kapten Infanteri Mamat Raidin menyaksikan murid-murid di vaksinasi di halaman SMPN 2 Cilengkrang, Minggu 13/9/2021).

FOKUS BERITA, Kab. Bandung -- Danramil 2413 Cilengkrang, Kapten Inf. Mamat Raidin, target dalam vaksinasi di SMPN 2 pada Minggu (12/9-2021) terhadap 500 orang siswa usia 12 tahun ke atas bisa tercapai.

Selanjutnya, kata Danramil 2413 Cilengkrang, sesuai perintah Dandim 0624 Kab. Bandung Letkol Arh. Dhama Noviang Jaya, TNI & Polri sambil menunggu pengajuan dari sekolah akan "menyerbu" sekolah-sekolah yang memerlukan vaksinasi duluan.

Kapten Inf. Mamat Raidin menjelaskan, rencana hari Sabtu (18/9) juga akan memaksinasi sekitar 1.500 siswa di SMK 666 Cileunyi Cimekar. Sedang Senin (13/9) ada 500 orang warga di Cilengkrang ini. "Kebetulan, kita sudah komunikasi dan koordinasi dengan PKM dr. Mutia. Rencana juga di SMKN 2 Cilengkrang 500 siswa siap divaksinasi," ucap Kapten Mamat R.

Ia pun memerinci untuk teknis supaya tidak terjadi kerumunan pihaknya sudah koordinasi mulai tim poliklinik kesehatan dari Baleendah sekitar 11 orang. Teknisnya sesuai waktu bagi 1.000 siswa untuk kelas 1 mulai jam 08.00 - 09, jam 10.00 - 11.00 untuk kelas 2 dan untuk kelas 3 jam 12.00.

"Kita meminimalisasi kerumunan. Alhamdulillah hingga kini tidak terjadi kerumunan karena sudah diatur gilirannya, " tegas Danramil 2413 Cilengkrang Kapten Mamat.

"Kami menghimbau untuk warga agar menaati prokes. Bagi warga yang mau divaksinasi kita siapkan vaksin gratis. Diharapkan dengan ketaatan Covid-19 segera kabur," pungkasnya.

Berkaitan dengan siswa dengan vaksinasi ini, Kepala SMPN 2 Cilengkrang Hadin Sukarya, S.Pd menyatakan rasa syukurnya karena vaksinasi di sekolahnya berjalan lancar atas dukungan Pemerintah Daerah, Kepolisan, TNI dan dokter Puskesmas.

Untuk pembelajaran di rumah, kata Hadin, yang pertama secara daring. Ke 2 secara luring bagi mereka yang tidak punya alat komunikasi. Mereka dilayani kebutuhannya termasuk buku-bukunya untuk belajar di rumah.

"Alhamdulillah sudah kami sampaikan kepada para orang tua. Karena jika langsung kepada siswa rentan tertular Covid. Orang tuanya pun yang kami undang dengan bergiliran, 10 orang, 10 orang. Jadi yang mengambil tugas itu orang tuanya termasuk mengambil bukunya.

Hadin juga menyatakan, untuk pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah ini sudah dimulai sejak 6 September 2021 dibagi dalam 3 tahap. Tahap pertama tahap percobaan kemudian tahap 2 dan tahap 3. Tahap pertama per 10 orang dalam 2 rombongan. Tahap 2 naik menjadi 15 orang sehingga menjadi 50% pada tahap 3.

Halaman:

Editor: Elly Susanto

Tags

Terkini

Ternyata Kinerja Ekspor Indonesia Catat Rekor, Wow

Kamis, 16 September 2021 | 15:27 WIB

Kisah Peternak Ayam Ditangkap Polisi Karena Poster

Selasa, 14 September 2021 | 10:46 WIB

Kasus Covid-19 di Cilengkrang Turun Drastis

Senin, 13 September 2021 | 22:47 WIB
X